Artikel

“Si strawberry yang penuh makna dan warna, generasi Z”
  Diterbitkan oleh Cynantia Rachmijati on 9 months ago

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang mengunggah di laman Facebooknya dengan komentar,”Apakah salah kami generasi yang lebih tua saat mengalihkan tiang obor kami kepada kalian? Kenapa kalian berbeda sendiri? Ada apa dengan gen Z?” lalu unggahannya berubah menjadi sejumlah keluhan dengan berbagai argumen dan opini mengapa generasi ini berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi yang sebelumnya

Beberapa teman lain yang membaca postingan tersebut lalu ikut menimpali dan menyetujui perbedaan yang cukup timpang dari generasi-generasi terdahulu dan gen Z. Dari kecerdasan, kecermatan, pola pikir, ketangguhan hingga sopan santun.

Kira-kira apa yang menyebabkan banyak perbedaan jauh tersebut? .

Gen-Z sendiri mengutip dari laman https://www.ekrut.com/media/ini-perbedaan-generasi-milenial-dan-generasi-z-dalam-dunia-kerja adalah mereka yang lahir antara tahun 1996-2015. Berbeda dengan generasi sebelumnya yaitu generasi X, Y , baby boomers – tentunya Gen Z tidak mengenal dunia tanpa internet dan smartphone. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya yang tidak terlalu tech savvy atau interner savvy.

Gen Z ini karena sangat tech savvy dan internet savvy, tentunya akan sangat mudah dalam mengakses informasi, beradaptasi dalam kaitannya penggunaan teknologi dan media sosial. Dengan semakin berkembangnya internet, maka kesempatan kerja dan motivasi karir juga akan berbeda. Kalau anak-anak generasi dulu mungkin akan lebih umum bercita-cita menjadi dokter, presiden , guru dan lainnya. Maka tidak heran bila sebagian besar gen-Z memiliki cita-cita lebih terkait pada internet misalnya selebgram, youtuber, content creator, tik-toker dan lainnya karena mereka sangat dekat dengan internet sehari-harinya.

Beberapa ciri dari gen z seperti yang dikutip dari https://www.ekrut.com/media/ini-perbedaan-generasi-milenial-dan-generasi-z-dalam-dunia-kerja antara lain : mereka sulit fokus, lebih suka multi task, lebih suka belanja online , lebih berkompetitif dan lebih mandiri.

Namun dibalik segala keunggulannya, ternyata gen Z adalah generasi yang sangat kreatif namun mudah rapuh. Prof.Rhenald Kasali dikutip dari https://lpmpendapa.com/opini/strawberry-generation-generasi-pembawa-perubahan/  gen Z sangat mudah beradaptasi dengan teknologi namun karena semuanya yang “Serba instant” menyebabkan gen Z menjadi sangat mudah rapuh, rentan, mudah sakit hati dan mudah menyerah.

Sehingga, untuk mengatasi hal tersebut, selain mengakrabkan diri dengan para gen Z dengan teknologi juga harus berupaya agar mereka bisa lebih tangguh dan optimis. Dalam dunia pendidikan maka selain para guru harus lebih kreatif, juga harus lebih banyak menggunakan teknologi yang lebih sesuai dengan nature mereka yang terkait kerat dengan teknologi dan internet. (https://puslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/produk/artikel/detail/3133/gen-z-dominan-apa-maknanya-bagi-pendidikan-kita ) Tentunya, tingkah laku dan sopan santun harus juga tetap diingatkan agar mereka tidak hanya cantik seperti tampilan strawberry, namun juga kuat dan tangguh seperti rumput liar.


Berlangganan di Blog CLS IKIP Siliwangi
Arsip
  • July 2022 (1)
  • April 2022 (1)
  • March 2022 (3)
  • February 2022 (1)
  • January 2022 (44)
  • December 2021 (1)
  • August 2021 (76)
  • July 2021 (140)